PRIVASI DAN BATASAN DIRI DALAM AL-QUR'AN: RESPON TERHADAP ERA PENGAWASAN DIGITAL (Studi Tafsir Maudhu’i)

Authors

  • Azmel Munawar Universitas Yudharta Pasuruan
  • Ahmad Zainuddin Universitas Yudharta Pasuruan
  • Miftara Ainul Mufid Universitas Yudharta Pasuruan
  • Amir Mahmud Universitas Yudharta Pasuruan

DOI:

https://doi.org/10.36769/jiqta.v5i1.1908

Keywords:

Privasi, Batasan Diri, Al-Qur’an, Tafsir Maudhu’i, Pengawasan Digital

Abstract

Perkembangan teknologi digital di era modern menghadirkan berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia, namun di sisi lain juga menimbulkan persoalan serius terkait privasi dan batasan diri, khususnya melalui praktik pengawasan digital. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terhadap pelanggaran hak individu, kebebasan personal, serta potensi penyalahgunaan data pribadi. Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam memiliki prinsip-prinsip yang mengatur etika sosial, perlindungan privasi, dan batasan dalam mengawasi kehidupan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep privasi dan batasan diri dalam Al-Qur’an serta relevansinya sebagai respons terhadap praktik pengawasan digital di era kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tafsir maudhu’i (tematik), dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan larangan tajassus (memata-matai), menjaga kehormatan manusia, adab pergaulan, serta prinsip tanggung jawab moral dalam penggunaan informasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an secara tegas menekankan pentingnya penghormatan terhadap privasi individu dan menetapkan batasan etis dalam mengakses serta menyebarkan informasi. Nilai-nilai tersebut relevan untuk dijadikan landasan etika dalam menghadapi tantangan pengawasan digital, sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab tanpa mengabaikan prinsip kemanusiaan dan keadilan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan wacana tafsir Al-Qur’an yang kontekstual serta menjadi rujukan etis dalam menghadapi dinamika era digital.

References

Abu Ishaq Al-Syatibi, Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari'ah, Jilid II (Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 2004), hlm. 8–12; lihat juga Jasser Auda, Maqasid Al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach (London: The International Institute of Islamic Thought, 2008), hlm. 21–25.

Helen Nissenbaum, Privacy in Context: Technology, Policy, and the Integrity of Social Life (Stanford: Stanford University Press, 2010), hlm. 127–130.

H.M. Yamin. 2007. Profesionalisasi Guru & Implementasi KTSP. (Jakarta: GaungPersada Press). h. 15

Abd al-Hayy al-Farmawi. 1977. Al-Bidayah fi al-Tafsir al-Maudhu'i. (Kairo: Dar al-Tiba'ah wa al-Nasyr al-Islamiyyah). h. 52.

M. Quraish Shihab. 2013. Membumikan Al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. (Bandung: Mizan). h. 114.

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2018), hlm. 248.

Helen Nissenbaum, Privacy in Context: Technology, Policy, and the Integrity of Social Life (Stanford: Stanford University Press, 2010), hlm. 147–150;

Daniel J. Solove, Understanding Privacy (Cambridge, MA: Harvard University Press, 2008), hlm. 40–44;

General Data Protection Regulation (GDPR), Regulation (EU) 2016/679, Pasal 6–7.

Kementerian Agama Republik Indonesia, Al-Qur'an dan Terjemahannya, QS. An-Nisa' [4]: 58;

Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Munir fi Al-'Aqidah wa Al-Syari'ah wa Al-Manhaj, Jilid 5 (Damaskus: Dar al-Fikr, 2009), hlm. 93–96.

Kementerian Agama Republik Indonesia, Al-Qur'an dan Terjemahannya, QS. An-Nur [24]: 19; Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Munir fi Al-'Aqidah wa Al-Syari'ah wa Al-Manhaj, Jilid 18 (Damaskus: Dar al-Fikr, 2009), hlm. 170–173.

Kementerian Agama Republik Indonesia, Al-Qur'an dan Terjemahannya, QS. Al-Hujurat [49]: 11; M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur'an, Vol. 12 (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hlm. 221–224.

Kementerian Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahannya, QS. An-Nur [24]: 27; M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, Vol. 9 (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hlm. 327–331

M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Vol. 9 (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hlm. 329.

M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, Vol. 9 (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hlm. 328–330; Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Munir fi Al-‘Aqidah wa Al-Syari’ah wa Al-Manhaj, Jilid 18 (Damaskus: Dar al-Fikr, 2009), hlm. 207–209; Abu Abdullah Muhammad ibn Ahmad Al-Qurthubi, Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, Jilid 15 (Beirut: Mu’assasah al-Risalah, 2006), hlm. 211–214.

M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, Vol. 9 (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hlm. 327–331

M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, Vol. 4 (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hlm. 41–44

Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Vol. 9 (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hlm. 331.

Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Munir fi Al-'Aqidah wa Al-Syari'ah wa Al-Manhaj, Jilid 18 (Damaskus: Dar al-Fikr, 2009), hlm. 207–209;

Muhammad Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur'an, Vol. 9 (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hlm. 328–330.

Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Munir fi Al-‘Aqidah wa Al-Syari’ah wa Al-Manhaj, Jilid 18 (Damaskus: Dar al-Fikr, 2009), hlm. 240–243;

Abu Abdullah Muhammad ibn Ahmad Al-Qurthubi, Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, Jilid 12 (Beirut: Mu’assasah al-Risalah, 2006), hlm. 305–308.

Yusuf Al-Qaradawi, Ri'ayat al-Bi'ah fi Syari'at al-Islam (Kairo: Dar al-Syuruq, 2001), hlm. 187–190; lihat juga Abdullah Saeed, Reading the Qur'an in the Twenty-First Century (London: Routledge, 2014), hlm. 215–220.

Istiani, N., & Islamy, A. (2020). Fikih Media Sosial di Indonesia (Studi Analisis Falsafah Hukum Islam dalam Kode Etik NetizMu Muhammadiyah). Asy-Syar'iyyah, 5(2), 202–225.

Simangunsong, Z. A., & Ferizal. (2024). Etika Penggunaan Media Sosial dalam Perspektif Hadis: Studi Tentang Privasi dan Tanggung Jawab Sosial. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam.

Nurhikma, Idris Alfarizi, & Kurniati. (2025). Batasan Privasi dalam Hukum Islam: Analisis Fenomena Oversharing di Media Sosial. Jurnal Ilmu Hukum, 1(2), 56–65.

Faridah, Yusuf, M., & Setiawati, N. (2022). Etika Keterbukaan dan Perlindungan Privasi di Media Sosial. Jurnal An-Nasyr.

bdullah, & Kahina, D. I. (2022). Etika Komunikasi Islam dalam Media Sosial. Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Komunikasi.

Bako, A., dkk. (2025). Etika Komunikasi Islam dalam Menyikapi Penyebaran Informasi di Media Sosial. Ekonom: Jurnal Ekonomi dan Bisnis.

Meerangani, K. A., dkk. (2022). Gejala Al-Sukhriyyah dalam Media Sosial: Analisis Menurut Perspektif Islam. Sains Insani.

Mardi, I. I., dkk. (2024). Etika dan Adab Islam dalam Penggunaan Media Sosial: Cabaran dan Implikasi Kontemporari. E-Journal of Islamic Thought & Understanding.

Abokhodair, N., & Vieweg, S. (2016). Privacy & Social Media in the Context of the Arab Gulf. Journal of Information Technology

Lee, K., & Attablayo, P. (2023). Examining the Impacts of Privacy Awareness on User's Self-Disclosure on Social Media. International Journal of Social Media Studies.

Arifin, Z. (2019). Etika Komunikasi Islam di Era Digital. Jurnal Dakwah dan Komunikasi.

Hidayatullah, S. (2020). Perlindungan Data Pribadi dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Hukum Islam.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Munawar, A., Zainuddin, A., Ainul Mufid, M., & Mahmud, A. (2026). PRIVASI DAN BATASAN DIRI DALAM AL-QUR’AN: RESPON TERHADAP ERA PENGAWASAN DIGITAL (Studi Tafsir Maudhu’i). Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir (JIQTA), 5(1), 109–124. https://doi.org/10.36769/jiqta.v5i1.1908