https://jurnal.asy-syukriyyah.ac.id/tarqiyatuna/issue/feedTarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah2026-06-17T12:13:04+00:00Rahmat S.[email protected]Open Journal Systems<p>Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah adalah jurnal yang diterbitkan oleh dua prodi (program studi) pada STAI Asy-Syukriyyah. Membahas tentang isu-isu Pendidikan, terutama yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan guru Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal ini menerbitkan 1 volume setiap tahun, di mana setiap volume memiliki 2 nomor yang diterbitkan pada periode Januari-Juni dan Juli-Desember.</p> <p>E-ISSN: <a title="E-ISSN" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220218461705148" target="_blank" rel="noopener">2828-6448</a></p>https://jurnal.asy-syukriyyah.ac.id/tarqiyatuna/article/view/1234Analisis Scientometric Pendidikan Islam di Universitas Studi Bibliometrik Dengan Menggunakan R Biblioshiny2026-04-13T11:07:37+00:00Amri Saputra[email protected]<p><em>This study aims to map the development of Islamic education research at the university level during the period 2013–2025 using a scientometric approach with the R Biblioshiny tool. The research is motivated by the growing number of publications on Islamic education covering curriculum, teaching methods, Islamic values integration, and pedagogical innovation. However, most studies remain thematic or case-based, offering limited insights into broader research trends. Data were retrieved from the Scopus database using the keyword “Islamic education” and related terms, restricted to journal articles. The dataset was analyzed with the Bibliometrix package through the Biblioshiny interface. The analysis included annual publication trends, average citations per article, the most influential authors and journals, contributions from productive institutions and countries, collaboration networks, and keyword evolution. The findings reveal that Indonesia dominates global output, followed by Malaysia, Turkey, and several other countries. The dominant themes include Islamic education, higher education, curriculum, religious moderation, and teacher education. Visualizations through network analysis, word clouds, three-field plots, and treemaps demonstrate the clustering of themes and collaboration patterns, reflecting increasingly complex and multidimensional research directions. These results highlight the strategic role of Islamic higher education in shaping global discourse and emphasize the need for stronger international collaboration and interdisciplinary approaches to ensure that Islamic education research remains relevant and adaptive to contemporary challenges.</em></p>2026-06-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyahhttps://jurnal.asy-syukriyyah.ac.id/tarqiyatuna/article/view/1580Ragam Model Pembelajaran dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Sekolah Dasar (SD)2026-04-11T14:35:31+00:00Nashrul Mu'minin[email protected]Nuraini Rahmawati[email protected]<p><em>The purpose of this article is to outline the different types of current learning methods that are appropriate for pupils.. The learning model is a framework that offers a systematic explanation of how to conduct learning so that students may understand the precise objectives to be met. Research of this kind use descriptive qualitative methods.This article has several learning models. 1) Theory Based Learning Model, 2) Make-A-Match Learning Model, 3) Quantum Learning Model, 4) Value Clarification Technique (VCT) Learning Model, 5) Learning Based Learning Model, 6) STEAM Learning Methodology, 7) Model Peer Tutor Learning, 8) Contextual Learning Model, 9) Number Head Together Learning Model, 10) Active Knowledge Sharing Learning Model, 11) CORE Learning Model, 12) CSCL Learning Model, 13) Jigsaw Type Collaborative Learning Model. The learning model is also a learning design orIn order to implement learning effectively and efficiently, a process based on learning demands, objectives, and delivery methods must be used. This is done by reducing the learning-related challenges that students experience. This will serve as a reference for establishing yourself as a disciplined "person".</em></p>2026-06-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyahhttps://jurnal.asy-syukriyyah.ac.id/tarqiyatuna/article/view/1730Tipologi Kompetensi Spritual Berbasis Konsep Syakilah dan Implikasinya Terhadap Gaya Mengajar Guru Pendidikan Agama Islam2026-05-05T07:10:37+00:00Mumu Zainal Mutaqin[email protected]Ahmad Rofiq[email protected]Syaefulloh Syaefulloh[email protected]Surip Surip[email protected]<p><em>This study aims to provide both a conceptual and practical foundation for formulating the teaching style of Islamic Education teachers that is not only pedagogically competent, but also possesses spiritual depth capable of transforming Islamic values into the learning process in a concrete and sustainable manner. The research method employed is qualitative with a library research approach. Data collection techniques were carried out by collecting, reading, and analyzing various written sources such as Qur’anic exegesis books, scholarly books, academic journals, and previous research findings, which were then analyzed using analytical techniques to identify, classify, and interpret the concepts that became the focus of the study. The typology of spiritual competence based on the concept of syakilah explains that every individual acts according to the tendencies of his or her soul. This typology has implications for teachers’ teaching styles, ranging from textual to contextual approaches, and also influences the quality of pedagogical interaction and the formation of students’ character. In order to realize an integrative and transformative Islamic Education learning process, teachers are expected not only to transfer knowledge but also to instill values and shape Islamic personality.</em></p>2026-06-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyahhttps://jurnal.asy-syukriyyah.ac.id/tarqiyatuna/article/view/1738Peran Pendidikan Agama Islam dalam Mewujudkan Keadilan Gender di Era Modern2026-05-05T07:05:59+00:00Ahmad Syarif[email protected]Muhammad Yusuf Rambe[email protected]Herlini Puspika Sari[email protected]<p><em>Keadilan gender menjadi salah satu isu strategis dalam dunia pendidikan modern yang menuntut adanya sistem pembelajaran yang inklusif, adil, dan menghargai martabat manusia tanpa diskriminasi berdasarkan jenis kelamin. Dalam konteks tersebut, Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting sebagai sarana internalisasi nilai-nilai keislaman yang menekankan prinsip keadilan, kesetaraan, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam dalam mewujudkan keadilan gender di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research atau studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen akademik yang relevan dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam mewujudkan keadilan gender melalui internalisasi nilai-nilai keislaman, penguatan pembelajaran yang responsif gender, pengembangan kurikulum yang inklusif, serta pembentukan budaya sekolah yang humanis dan partisipatif. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan paradigma Pendidikan Agama Islam yang kontekstual dan adaptif menjadi langkah penting dalam membangun sistem pendidikan yang berkeadilan gender dan relevan dengan tantangan masyarakat modern.</em></p>2026-06-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyahhttps://jurnal.asy-syukriyyah.ac.id/tarqiyatuna/article/view/1752Etika Profesional Guru dalam Penggunaan Artificial Intelligence Pada Pembelajaran2026-05-29T06:44:31+00:00Muhammad Burhan Ashfiya'[email protected]<p><em>Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan telah menghadirkan transformasi signifikan dalam praktik pembelajaran, terutama dalam meningkatkan produktivitas guru melalui otomatisasi tugas pedagogis dan administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika profesional guru dalam penggunaan AI pada pembelajaran serta mengidentifikasi implikasinya terhadap profesionalisme pendidik di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research melalui metode Narrative Literature Review (NLR), yang dilakukan dengan menelaah, menganalisis, dan mensintesis berbagai literatur ilmiah terkait integrasi AI, produktivitas guru, dan tantangan etika dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berkontribusi positif terhadap efisiensi kerja guru, seperti dalam penyusunan perangkat ajar, pengembangan media pembelajaran, serta personalisasi materi sesuai kebutuhan peserta didik. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa penggunaan AI memunculkan berbagai tantangan etika profesional, meliputi risiko bias algoritma, integritas akademik, keamanan data peserta didik, serta potensi berkurangnya interaksi humanistik dalam pembelajaran. Kondisi tersebut menegaskan bahwa profesionalisme guru di era AI tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknologi, tetapi juga oleh kemampuan reflektif, literasi etika digital, dan tanggung jawab moral dalam mengelola teknologi secara bijaksana. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan konsep etika profesional guru sebagai fondasi utama dalam memastikan penggunaan AI tetap mendukung tujuan pendidikan yang humanis, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.</em></p>2026-06-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah